RAIN
RAIN

RAIN » Kegiatan » Workshop Raptors of Borneo Pontianak

   


Workshop Raptors of Borneo Pontianak

22.1.10Hits 327 viewsKegiatan | Cetak

Borneo, pulau terbesar di kawasan Kepulauan Sunda Besar dengan luas daratan sekitar 743.330 km2, Secara administatif, borneo termasuk dalam wilayah Indonesia di bagian Selatan Borneo, Malaysia dan Brunei Darussalam di bagian Utara. Pulau ini terkenal akan kekayaaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Menurut WWF, pulau tersebut diperkirakan memiliki paling tidak 222 spesies mamalia (44 diantaranya khas), 420 burung (37 khas), 100 amfibi, 394 ikan (19 khas), dan 15.000 tumbuhan (6.000 khas).

Di kawasan ini tercatat sekitar 29 raptor species (19 resident, 5 raptor migrants, 5 sub-species resident and migrant) dan dua di anytaranya adalah endemik Borneo yaitu Elang Ular Kinabalu Spilornis kinabaluens dan Alap-alap Dahi Putih Microhierax latrifrons. Di kawasan ini juga ditemukan tiga jenis burung pemangsa dari genus Spizaetus/Nisaetus yaitu Elang Brontok, ELang Gunung dan Elang Walacea, serta dua jenis burung pemangsa dari Genus Spilornis yaitu Elang Ular Bido dan Elang Ular kinabalu.

Akan tetapi keberadaan jenis burung pemangsa di kawasan ini sangat sedikit sekiali diketahui karena minimnya kegiatan penelitian dan pengamatan. Selain itu, empat jenis raptor di kepulauan ini mengalami keterancaman seperti Elang Ikan Kecil Ichthyophaga humilis,Elang Ikan Kepala Kelabu Ichthyophaga ichthyaetus (Near Threatened) Elang Ular Kinabalu. Spilornis kinabaluensis dan Elang Wallace Spizaetus nanus (Vulnerable)

Hal seperti di atas yang akhirnya menjadi latar belakang perlu di adakan sebuah media untuk mempertemukan kalangan peneliti Raptor dengan kalangan Akademisi yang ada di Pontianak. Untuk itu Asian Raptor Research and Conservation Network(ARRCN) bersama Raptor Indonesia(RAIN) perlu mengadakan sebuah lokakarya dengan harapan akan tumbuh peneliti-peneliti muda yang ada di Pontianak. Workshop bertajuk ”Raptors of Borneo” dilaksanakan pada tanggal 15-16 November 2009 bekerjasama dengan Fauna dan Flora International Indonesia Program, Universitas Tanjungpura dan Aves Sylva Untan yang di inisiasi oleh ARRCN dan RAIN.

Selain itu kawasan ini merupakan kawasan lintasan dan kawasan istirahat yang bermigrasi dari kawasan Asia Utara, bahkan ada kemungkinan kawasan ini juga merupakan kawasan tujuan untuk musim dingin (Wintering Area). Beberapa jenis raptor migran yang kemungkinan melintas kawasan ini diantaranya adalah Black Baza, Oriental Honey Buzzard, Grey faced-buzzard, Chinese Goshawk, Japanese Sparrowhawk dan Peregrine Falcon. Namun demikian, data mengenai raptor migran di kalimantan sampai saat ini masih sangat minim sekali.

teks ©asman