SEMINAR SEHARI “PENYELAMATAN RAPTOR DI INDONESIA”
SEMINAR SEHARI “PENYELAMATAN RAPTOR DI INDONESIA”
Upaya konservasi raptor dan habitatnya melalui penelitian dan pelepasliaran satwa hasil sitaan di Indonesia
BOGOR, 6 MARET 2010
Pendahuluan
Raptor adalah istilah lain atau terminologi untuk sebuah komunitas burung pemangsa, sementara dalam bahasa Indonesia kelompok ini lebih dikenal dengan nama elang. Keberadaannya selalu menarik untuk diperhatikan baik mengenai kehidupannya maupun hubungannya dengan manusia. Kelompok ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam sebuah ekosistem yaitu sebagai Pemangsa Puncak (Top Predator).
Peranan yang dijalani kelompok burung ini memungkinkan interaksi yang tinggi dengan manusia, oleh sebab itu sebagian besar masyarakat di Indonesia telah mengenal jenis burung ini sejak lama dalam kehidupan sehari-hari dengan istilah Garuda, Rajawali, Jatayu dan sebagainya.
Ironisnya, saat ini hampir sebagian besar permasalahan yang dihadapi oleh komunitas burung pemangsa adalah tingginya tingkat kerusakan hutan (deforestasi, degradasi dan fragmentasi) yang menjadi habitatnya. Permasalahan lain yang terjadi di Indonesia adalah perburuan dan penangkapan untuk perdagangan satwa yang saat ini masih terlihat semakin marak dibeberapa tempat walaupun seluruh jenis raptor telah mendapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah melalui UU no 5 tahun 1990 dan PP No 7 & 8 Tahun 1999. Faktor lain yang mungkin merupakan ancaman bagi kelompok burung tersebut yaitu penggunaan pestisida untuk pertanian secara intensif. Pemasalahan dan acamanan terhadap jenis burung ini tidak hanya menjadi ancaman penurunan populasi jenis ini dan aspek ekologi sebuah kawasan tapi juga secara tidak langung menyebabkan menurunnya tingkat apresiasi masyarakat terhadap jenis ini.
Program penglepasliaran raptor di habitatnya merupakan salah satu solusi dan program prioritas serta pilihan paling populer yang dilakukan oleh beberapa lembaga konservasi termasuk pusat penyelamatan Satwa di Indonesia dengan tujuan diantaranya; (1) Meningkatkan potensi konservasi jangka panjang spesies atau populasi lokal spesies itu dan kawasan. (2). Membuat pernyataan politis/pendidikan yang kuat menyangkut nasib satwa-satwa dan mempromosikan nilai-nilai konservasi lokal. (3) Mengembalikan peran dan fungsi ekologis dan biologis satwa yang dilepasliarkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kegiatan penglepasliaran telah banyak dilakukan terutama satwa hasil sitaan yang telah direhabilitasi di pusat penyelamatan satwa di Indonesia. Hasil dan informasi yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilakukan merupakan proses pembelajaran yang sangat berharga dalam upaya konservasi raptor dan habitatnya di Indonesia.
Maksud dan tujuan
Maksud dari pertemuan ini (Seminar dan workshop) adalah untuk membangun sebuah kolaborasi diantara pihak terkait dalam upaya konservasi raptor dan habitatnya melalui program release elang di Indonesia.
Adapun tujuan dari pertemuan ini diantaranya adalah;
- Pertukaan informasi mengenai upaya pelestarian raptor dan habitatnya di Indonesia terutama mengenai program release.
- Peningkatan kapasitas bagi para peneliti dan pemerhati elang di Indonesia terutama para peneliti muda.
- Menumbuhkan minat dan kepedulian pada generasi muda khususnya dalam upaya penelitian dan konservasi raptor dan habitatnya di Indonesia melalui program penglepasliaran sebagai jalan masuk.
Hasil yang diharapkan
Melalui seminar dan lokakarya ini diharapkan ;
- Adanya sebuah jalinan kerjasama dalam bentuk aksi nyata yang melibatkan berbagai pihak dalam upaya konservasi raptor dan habitatnya terutama melalui program release elang di Indonesia.
- Prosiding seminar dan lokakarya yang menjadi bahan rujukan untuk kegiatan penelitian dan upaya konservasi
- Meningkatnya minat para peneliti muda dalam penelitian dan konservasi elang melalui program penglepasliaran elang hasil sitaan di Indonesia.
Program
Kegiatan ini dirancang dalam bentuk yaitu :
- Seminar yang menjadi media untuk berbagi informasi dan pengalaman mengenai upaya penelitian dan konservasi raptor dan habitatnya di Indonesia, sesi ini dibagi dalam topik diantaranya: (i) Raptor Conservation; (ii) Raptor Rescue;
- Lokakarya yang akan memaparkan pengalaman yang telah dilakukan oleh para ahli dalam upaya penelitian dan konservasi raptor dan habitatnya, yang akan diisi oleh Chaiyan Kasorndorkbua DVM, PhD ( Kasersart Univeristy, Bangkok) yang akan memaparkan program rehabilitasi raptor di Thailand.
- Sesi poster dan pemutaran film
Waktu dan lokasi
Seminar dan lokakarya akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2010 di Aula Pertemuan PHKA Juanda, Jl. Ir. H. Djuanda No 15 Bogor. Kemudian akan dilanjutkan dengan simulasi dan kunjungan lapangan ke Suaka Elang berupa praktek pemasangan transmitter pada elang yang akan dilepasliarkan, serta simulasi penelitian dengan metoda telemetry.
Agenda
Hari Pertama , 6 Maret 2010
08.30 – 09.00 Registrasi
09.00 – 09.10 Pembukaan dan Sambutan Panitia Oleh Gunawan (RAIN)
09.10 – 10.30 Seminar dan Diskusi
Topik 1. Raptor Conservation
Moderator: Hidayat Ashari (LIPI)
- Perkembangan Penelitian Raptor di Indonesia Oleh Dr. Dewi M. Prawiradilaga (LIPI)
- Status keberadaan Elang di Indonesia Oleh Adam Supriatna (PILI/RAIN)
- Kontribusi corporasi dalam usaha konservasi raptor di Indonesia oleh Usman Slamet (Chevron Geothermal Salak)
10.15 – 10.30 Istirahat/ coffee break
10.30 – 12.00 Seminar dan Diskusi
Topik 2.Raptor Conservation
Moderator: Kuswandono (TNGP)
- Rancangan panduan pelepasliaran raptor di Indoensia Oleh Adi Susmianto (Litbanghut Dephut)
- Kemitraan dalam upaya konservasi raptor di Indonesia oleh Dr. Bambang Suprianto Msc. (Kepala TN Halimun-Salak)
- Rencana Pembangunan Wisata Alam dan Elang Jawa (Museum dan penemuan, Sanctuary, Pusat Rehabilitasi dan Pelepasliaran) Oleh Ir. Sumarto MM (Kepala TN Gede-Pangrago)
12.00 – 13.00 Break Siang;
- Pemutaran Film Release Management Elang di Bali
13.00 – 15.00 Seminar dan Diskusi
Topik 2.Raptor Rescue
Moderator: Zaini Rakhman (RAIN)
- Program Suaka Elang oleh Gunawan (Suaka Elang)
- Program rehabilitasi Elang Jawa di Panaruban Raptor Centre oleh Dadan Ramdan (Panaruban Raptor Center )
- Program Rehabilitasi Elang Bondol di Pulau Kotok oleh Femke den Haas (Jakarta Animal Aid Network )
- Program Falconry sebagai salah satu alternatif usaha konservasi raptor oleh Adith (Raptor Club Indonesia)
- Status Perdagangan Satwa Liar (Elang) di Indonesia oleh Zulham (IAR)/Dwi Nugroho Adhiasto (WCS-IP)
15.00 – 16.30 Workshop
Moderator : Adam Supriatna(RAIN)
- Raptor Management at Thailand oleh Chaiyan Kasorndorkbua DVM, PhD (Kasersart University, Bangkok)
16.30 Penutup


