RAIN
RAIN

RAIN » Berita » Populasi Burung Hantu di Temukan Kembali

   


Populasi Burung Hantu di Temukan Kembali

7.2.10Hits 389 viewsBerita | Cetak

Media Indonesia 7 February 2010

RANGKASBITUNG–MI: Populasi “burung hantu” (spesies elang) setelah menghilang dari habitatnya ternyata kini ditemukan kembali di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Burung itu sekitar lima ekor karena suara mereka sahut-bersahutan di pohon besar itu,” kata Sahrul Sabar (45) warga Judan, Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Sabtu (6/2).

Sahrul mengatakan, sejak 15 tahun warga di sini sudah tidak mendengarkan lagi bunyi burung hantu karena habitat mereka yang berlindung di pohon Ambon peninggalan zaman Belanda ditebang masyarakat.
Selain itu, mereka juga merasa kesulitan untuk mendapatkan makanan berupa kodok maupun ikan karena areal persawahaan menjadi pemukiman penduduk.

Kondisi demikian, kata dia, mengakibatkan populasi burung hantu melakukan imigrasi ke luar daerah akibat habitatnya terganggu juga menipisnya makanan. “Saya mendengar bunyi burung hantu itu terakhir pada tahun 1995 lalu,” kata Sahrul Sabar .

Dia juga mengatakan, sekitar tahun 1970-an sebagian besar warga di wilayah Rangkasbitung setiap malam selalu mendengar bunyi burung hantu di pohon-pohon besar.

Frekuensi bunyi burung hantu bisa terdengar sekitar satu kilometer dengan suara merdu serta menyeramkan. Mereka biasanya mendengar bunyi burung hantu mulai pukul 20.00 sampai 04.30 WIB dan saling sahut-bersahutan sesama teman lain.

“Jika burung hantu berbunyi pada malam hari, maka warga tidak ada yang berani ke luar rumah,” katanya. Dia menyebutkan, burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan
anggota ordo Strigiformes.

Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Diperkirakan tahun 1990-an, populasi burung hantu di Rangkasbitung sekitar 50 ekor dan mereka berkembang biak di pohon-pohon besar sebagai tempat berlindung. Sebab burung pemakan tikus, serangga dan kodok kini semakin punah akibat terjadi kerusakan hutan itu. (Ant/OL-02)

sumber berita: Media Indonesia

Foto: Oriental Bird Image