RAIN
RAIN

RAIN » Artikel » Elang Ular Bido

   


Elang Ular Bido

23.3.10Hits 1,519 viewsArtikel | Cetak

Crested Serpent Eagle

Elang Ular Bido Spilornis cheela Latham, 1790.
Nama Lain; Elang Ular, Bido(jawa)

Karakteristik

Berukuran sedang 50-74 cm, Rentang sayap 109-169 cm dan berat badan 420-1800 gram.
Tubuh berwarna gelap. Sayap sangat lebar membulat, ekor pendek.
Individu dewasa: Tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Perut, sisi tubuh dan lambungnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor. Ciri khasnya adalah kulit kuning tanpa bulu di antara mata dan paruh. Pada waktu terbang, terlihat garis putih lebar pada pinggir belakang sayap.
Remaja: mirip dewasa tetapi lebih coklat dan lebih banyak warna putih pada bulu. Iris kuning,paruh coklat abu-abu, kaki kuning.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom          : Animalia
Phyllum           : Chordata
Subphyllum    : Vertebrata
Class                   : Aves
Ordo                   : Falconiformes
Familly             : Accipitridae
Genus                : Spilornis
Species              : Spilornis cheela, Latham, 1790.

Penyebaran
Di Dunia: S.c.cheela Himalaya dan India bagian utara ke Assam. S.c. Melanotis di India bagian selatan. S.c. spilogaster Sri Lanka, S.c. burmacus Assam bagian tenggara, Myanmar, Thailand dan Indocina. S.c.ricketti Selatan dan Tenggra bagian cina dan Vietnam bagian utara. S.c. hoya Taiwan. S.c.rutherfordhi Kepulauan Hainan. S.c.davisoni Kepulauan Andaman(berbeda dengan Spilornis elgini). S.c. batu Sumatera Selatan, Batu. S.c. palawanensis Philipina bagian timur(Kepulauan Calamian, Palawan, Balabac). S.c. malayensis Tenasserim selatan melalui Malay peninsula, Sumatera bagian utara. S.c. pallidus Borneo bagian utara. S.c. richmondi Borneo bagian selatan dan S.c. bido Jawa dan Bali.( Ferguson-Less,J. And D. A. Christie. 2001)
Di Indonesia; Kepulauan Batu, Sumatera, Riau, Kepulauan Lingga, Kalimantan, Jawa, Bawean, Panitan dan Bali.

Suara
Suara nyaring dan lengking ”kiu-liu”, ’kwiiik-kwi, atau ”ke-liik-liik” yang khas, dengan tekanan pada dua nada terakhir dan ”kokokoko’ yang lembut.

Habitat
Sering terbang melingkar di atas hutan, perkebunan dan juga di padang rumput dengan pepohonan. Dijumpai di ketinggian 1500 – 2000 m dpl. Sering bertengger pada dahan yang besar di hutan dan mengamati dibawahnya

Berbiak
Musim Berbiak: Musim kawin di Pulau Jawa bulan Pebruari – Nopember
Sarang: relatif kecil, lebar 50-60 cm, kedalaman 10-30 cm, terdiri dari rantingranting dan pinggirannya disulam dedaunan hijau.
Jumlah Telur: Telur 1 butir (rata-rata 1-2), dengan masa pengeraman sekitar 35 hari atau lebih.

Pakan
Makanan utamanya reptilia seperti ular, juga kadal. Binatang pengerat kecil. Di kepulauan Andaman tercatat memakan kepiting dan belut.

Status Perlindungan
Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.

Daftar Pustaka

Ferguson-Less,J. And D. A. Christie. 2001. Raptors of the world. New York; Houghton Miffin.

Harianto et al. 2009. Buku Informasi Burung Pemangsa [Raptor] di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Cianjur.

MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatra, Jawa,Bali, dan Kalimantan. LIPI/BirdLife-Indonesian Programme, Bogor: xviii + 505 hlmn

Nijman, V. 2004. Survey On Birds of Prey and Owl(Falconiformes and Strigiformes) On Bawean, Java Sea, With Recorders of Three Species New To The Island. The Raffles Bulletin of Zoology 2004 52(2): 647-651.
Prawiradilaga, Dewi M. dkk. 2003. Panduan Survey Lapangan dan Pemantauan Burung Pemangsa. Biodiversity Conservation Project – JICA