RAIN
RAIN

RAIN » Artikel » Elang Tiram (Pandion Haliaetus Linnaeus, 1758)

   


Elang Tiram (Pandion Haliaetus Linnaeus, 1758)

24.1.10Hits 674 viewsArtikel | Cetak

Pandion haliaetus

Pandion haliaetus

Elang Tiram Pandion Haliaetus Linnaeus, 1758
Nama Lain: Elang Ikan, Elang Laut Burik, Kwea (buton)

Karakteristik
Elang ini berukuran besar sekitar 60 cm. Sangat mudah di kenali yaitu dengan ciri-ciri warna bulu disekitar mata yang menyerupai topeng berwarna gelap. Punggung berwarna coklat gelap dan sisi bagian bawah tubuh putih dari dada sampai perut. Bentangan sayapnya yang lebar dan ekor relatif pendek. Individu betina sama dengan individu jantan tapi biasanya berukuran lebih besar dari burung elang jantan. Elang muda seperti dewasa dengan bulu punggung cokelat. Untuk individu muda memiliki tanda melintang di dada penampakan ketika terbang sampai sayap.


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Animalia
Phyllum: Chordata
Sub-phyllum: Vertebrata
Class: Aves
Ordo: Falconiformes
Familly: Pandionidae,  Sclater & Salvin, 1873
Genus: Pandion
Species: Pandion haliaetus Linnaeus, 1758

Sub-species : Ada 4 ras untuk jenis Pandion haliaetus yaitu P.h. carolinensis, P.h. cristatus, P.h. haliaetus dan P.p. ridgwayi.

Penyebaran Global: tersebar luas diseluruh dunia kecuali di antartika. Afrotropical/Australasian/Indomalayan/Nearctic/Neotropical/Oceanian/ Palearctic. Amerika bagian utara, Afrika dan Kepulauan pasifik.

Penyebaran di Indonesia

Tersebar luas di Indonesia mulai dari Simeluleu, Batu, Kepulauan Mentawai, Sumatra, Kepulauan Riau, Belitung, Kalimantan, Panaitan, Jawa, Karimunjawa, dan Kepualauan Kangean, Bali, Lombok, Moyo, Sumbawa, Roti, Timor, Babar dan Kepulauan Tanimbar. Selayar, Tanahjampe, Tukangbesi, Bonerate dan Kepulauan Kalaotoa. Sulawesi, Muna, buton, Banggai, Sula, Sangihe dan Kepulauan Talaud. Lembeh, Ternate, Halmahera, Morotai, Bacan, Moti, Bisa, Obi, Buru, Ambon, Seram, Banda, Gorong,Watubea, Tayandu, Kai dan Kepulauan Aru Irian Jaya.

Habitat
Mengunjungi daerah-daerah perairan sepanjang sunda besar dan kepulaun di Indonesia. Menghuni daerah-daerah perairan seperti Sungai, Muara, Rawa, Danau dan Pantai.

Berbiak
Elang Tiram bersarang di sekitar daerah perairan, tepi danau, tepi laut, sungai, rawa dan habitat air lainya. Menggunakan pohon dengan percabangan tinggi dengan ranting-ranting yang disusun rapi. Untuk sarang yang digunakan berkali-kali bisa mencapai 2 meter. Di beberapa negara Elang Tiram bersarang di atas batu-batu karang, Cerobong asap dan Pohon buatan.

Makanan
Makanan utamanya dalah Ikan dan Ular Laut tapi kadang juga memakan burung-burung air seperti pegunting, petrel dan burung kecil lainya. Mengawasi mangsanya dari ketinggian 10 sampai 50 meter kemudian menukik ke permukaan ketika mangsa terlihat dan menangkap mangsanya dengan cakarnya yang tajam. Kadang jenis ini menceburkan badanya ketika menangkap mangsanya.

Status perlindungan
Elang tiram mempunyai daerah sebaran yang luas. Beberapa dari subspesies bahkan terancam karena kehilangan habitat, penggunaan pestisida di negara-negara maju dan kontaminasi juga menjadi pemicu berkurangnya populasi jenis ini di beberapa negara. Di Indonesia jenis ini dilindungi oleh Undang Undang dan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang perlindaungan terhadap jenis satwa dilindungi.
Elang tiram di evaluasikan sebagai jenis yang mengalami resiko rendah didala IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II

Daftar Pustaka
Global Raptor Informastion Network; http://www.globalraptors.org/grin/SpeciesResults.asp?specID=8308
MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatra, Jawa,Bali, dan Kalimantan. LIPI/BirdLife-Indonesian Programme, Bogor: xviii + 505 hlmn
Osprey Migration Maps; http://www.bioweb.uncc.edu/Bierregaard/ospreys.htm