RAIN
RAIN

RAIN » Berita » Elang Tikus (Elanus caeruleus)

   


Elang Tikus (Elanus caeruleus)

26.5.10Hits 1,347 viewsBerita | Cetak

Laurence Poh

ELANG TIKUS Elanus caeruleus (Desfotaines,1789)

Karakteristik
Berukuran kecil 30 cm. Berwarna putih, abu-abu, dan hitam. Berbercak hitam pada bahu, bulu primer hitam panjang khas. Dewasa; mahkota, punggung, sayap pelindung, dan bagian pangkal ekor abu-abu. Muka, leher, dan bagian bawah putih. Pada waktu mencari mangsa, suka melayang-layang diam sambil mengepak-ngepakan sayap. Remaja; sama dengan dewasa, tetapi bercorak warna coklat.
Iris merah, paruh hitam dengan sera kuning, kaki kuning.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom            : Animalia
Phylum               : Chordata
Sub-phyllum    : Vertebrata
Class                    : Aves
Order                  : Falconiformes
Family               : Accipitridae
Genus                 : Elanus
Species              : Elanus caeruleus(Desfotaines,1789)

Suara : Siulan lembut “whiip,… whiip”..

Photo: www.naturspesialisten.no

Penyebaran dan Sub-species
Di Dunia: E.c.caeruleus(Desfontaines,1789)- SW Iberian Peninsula, Afrika dan Arabia. E.c. vociferus (Latham, 1790)-Pakistan bagian timur hingga selatan dan Cina bagian timur. Indocina dan Malay Peninsula. E.c. wahgiensis Mayr & Gilliard, 1954- New Giunea.

Indonesia: E.c. hypoleucus Gould,1859-Sumatera, Jawa, Borneo dan Sulawesi. Di kalimantan di ketahui sebagai pengembara lokal.

Habitat
Bisa di jumpai mulai dari ketinggian 0-2300 m dpl. Lebih sering di jumpai di daerah bukaan seperti perkebunan. Menggunakan pohon kering pada percabangan yang paling tinggi untuk mengintai mangsa. Menghuni juga daerah savana.

Makanan
Memakan binatang pengerat dengan ukuran kecil(40-90 gram), Kelelawar, burung-burung kecil, reptil dan serangga. Berburu dari tenggeran sambil mengawasi pergerakan mangsanya. Terbang melayang pelan sambil mengawasi mangsa dan meluncur menangkap mangsanya ketika mangsa buruanya terlihat.

Photo by: Andrew Siani

Berbiak
Di malaysia di ketahui melakukan breeding pada bulan Januari hingga juni. Untuk di sumatera April hingga Agustus. Sarang terbuat dari ranting-ranting dan daun atau serasah yang disusun rapi.
Telur yang dihasilkan antara 3-4 butir. Masa pengeraman 30-33 hari.

Kebiasaan
Bertengger pada pohon mati atau tiang telepon. Melayang-layang di atas mangsanya seperti yang di uraikan si atas. Suka berburu di daerah kering yang terbuka dan dengan pohon-pohon terpencar.

Status Perlindungan
Sama seperti jenis burung pemangsa lainya jenis ini di indonesia dilindungi. Jenis ini sudah dilindungi beberpa peraturan pemerintah dan undang-undang yang berlaku di indonesia. Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990
tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.