RAIN
RAIN

RAIN » Artikel » Elang Kelelawar

   


Elang Kelelawar

14.5.10Hits 717 viewsArtikel | Cetak

KC Yian 2001

ELANG KELELAWAR Macheiramphus alcinus Bonaparte, 1850
Nama Lain: Alap-Alap Kelelawar

Karakteristik
Berukuran sedang 45 cm, berbulu hitam. Jambul pendek menjuntai, tenggorokan putih, setrip mesial hitam. Pada waktu terbang, terlihat seperti alap-alap dengan sayap panjang runcing dan berpangkal agak lebar, tetapi ekor pendek dan berpotongan lurus. Terbang lebih perlahan dibanding dengan alap-alap kawah(Falco peregrinus).
Iris kuning, paruh hitam, kaki abu-abu.

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom             : Animalia
Phylum               : Chordata
Sub-phyllum    : Vertebrata
Class                     : Aves
Order                   : Falconiformes
Family                  : Accipitridae
Genus                   : Macheiramphus
Species                : Macheiramphus alcinus Bonaparte, 1850

Surachai Rungkunakorn, Thailand

Suara
Terdengar teriakan serak seperti alap-alap berupa tujuh siulan tajam menusuk, pada siang hari di atas pohon tempat beristirahat.

Penyebaran
Di Dunia: Afrika, Semenanjung Malaysia, dan Indonesia
Indonesia: Tersebar mulai di Sumatera, Bangka, Kalimantan dan Sulawesi.

Habitat
Menghuni hutan hujan. Hutan Industri dan Hutan perkebunan mulai dari ketinggian 0-1000 m dpl. Sering di jumpai di daerah terbuka yang berpohon dan tanah berkapur yang dekat dengan goa kelelawar.

Makanan
Terutama memakan kelelawar kecil dan walet yang bersarang di tebing dan gua. Juga memakan serangga besar dan burung lain sampai seukuran burung dara seperti: layang-layang, cabak, wiwik, dan keluarga burung passerine lainnya..

Berbiak

Sarang berukuran 0,5-1 m yang tersusun atas cabang, ranting dan daun. Musim berbiak April-September untuk burung di Malaysia dan Sumatra. Telur 1-2 yang dierami selama 48 hari. Anakan mulai meninggalkan sarang umur 67 hari.

rejang-lebong

Photo: Rejang Lebong

Kebiasaan
Burung penetap di daerah tropis. Terutama menghuni hutan alami, hutan tanaman, dan perkebunan. Juga dapat ditemukan di daerah lain dimana kelelawar dan mangsa lain berada saat senja sampai ketinggian 2000 m, seperti: tebing di bukit kapur, sungai, danau, sampai lampu jalanan dan stasiun kereta di perkotaan. Terbang berkeliling di sekitar sarang atau jalur terbang kelelawar saat senja hari menunggu kelelawar keluar untuk berburu. Setelah memilih calon mangsa, terbang dan bermanuver dengan cepat untuk mencengkeram mangsa dari belakang atau atas, kemudian segera menelan mangsa. Burung dan kelelawar berukuran besar akan dibawa dulu ke tenggeran untuk kemudian dimakan.

Status Perlindungan
Sama seperti jenis burung pemangsa lainya jenis ini di indonesia dilindungi. Jenis ini sudah dilindungi beberpa peraturan pemerintah dan undang-undang yang berlaku di indonesia. Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.