RAIN
RAIN

RAIN » Artikel » Elang Alap Nipon

   


Elang Alap Nipon

22.3.10Hits 244 viewsArtikel | Cetak

Accipiter gularis

Elang-alap Nipon Accipiter gularis (Temminck and Schlegel, 1844).
Nama Lain : Elang Nipon

Karakteristik
Berukuran kecil dengan panjang tubuh 23-30 cm, Rentang sayap 46-58 cm, berat tubuh untuk individu Jantan 92-142 gram dan Betina 111-193 gram. Sangat mirip dengan Elang-alap Besra dan Elang-lap Jambul, tetapi terlihat lebih kecil dan gesit.
Jantan dewasa: tubuh bagian atas abu-abu, ekor abu-abu dengan beberapa garis melintang gelap, dada dan perut merah karat pucak dengan strip hitam sangat tipis di tengah dagu, setrip kumis tidak jelas.


Betina: tubuh bagian atas coklat (bukan abu-abu), bagian bawah tanpa warna karat, bergaris-garis coklat melintang rapat.
Remaja: Dada lebih banyak coretan daripada garis-garis melintang dan lebih merah karat. Iris kuning sampai merah, paruh biru abu-abu dengan ujung hitam, sera dan khaki kuning-hijau.

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom     : Animalia
Phylum       : Chordata
Sub-phyllum    : Vertebrata
Class                    : Aves
Order                  : Falconiformes
Family                : Accipitridae
Genus                 : Accipiter
Species              : Accipiter gularis (Temminck and Schlegel, 1844).

Penyebaran
Di Dunia    : Berbiak di Paleartik, Asia timur, pada musim dingin menyebat ke selatan sampai Sunda Besar.
Di Indonesia     : Simeulue, Kepulauan Banyak, Nias, Sumatra, Riau dan Kepulauan Lingga, Bangka, Belitung, Kalimantan, Kepulauan Laut Kecil, Jawa, Bali, Sumbawa, Flores, Timor, Tanahjampea, Sulawesi, Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Suara
Pekikan keras (kadang-kadang)

Accipiter gularis

Habitat
Berburu dipinggiran hutan, di atas hutan sekunder, dan daerah terbuka. Berburu dari tenggeran di pohon, tetapi kadang-kadang terbang berputarputar mengamati di bawahnya denga cara terbang ”kepak-kepak-luncur” yang khas.

Berbiak
Musim berbiak: Musim kawin di Jepang terutama bulan Juni – Agustus.
Sarang: Sarang kecil sederhana, terdiri dari ranting dan kulit kayu, disulami dedaunan hijau, hingga ketinggian 10 m di atas tanah. Tidak ada data ukuran sarang.

Makanan
Mengunjungi daerah terbuka seperti savana untuk berburu serangga besar, kadal, burung kecil, mamalia kecil, ikan kecil dan bahkan udang sungai dan katak.

Status Migrasi
Melakukan migrasi pada musim dingin selama bulan Agustus sampai Nopember dan Kembali bulan Maret hingga Mei. Di Indonesia diketahui masuk melalui Sumatera, Borneo, Sulawesi kemudian ada beberapa jalur lagi sampai ke Wintering Area. Di jawa, lokasi pengamatan migrasi di jawa barat adalah Puncak, Bogor, Gunung Tangkuban Perahu, Papandayan, Cibodas, Halimun Salak. Kemudian ke timur melewati Merapi, Semarang, Bromo ke Bali, Lombok sampai Flores. Kemungkinan di flores mereka menetap selama di utara sedang musim dingin hingga kembali musim semi(Spring Migration).

Kebiasaan
Pengunjung pada musim dingin September-November dalam jumlah besar. Mengunjungi daerah terbuka seperti savana untuk beberburu burung kecil dan serangga.

Status Perlindungan
Dilindungi Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, PP 7 dan 8 tahun 1999.

Photo by: Chaiwat Chinuparawat and Oby 2007

Daftar Pustaka

Ferguson-Less,J. And D. A. Christie. 2001. Raptors of the world. New York; Houghton Miffin.
Germi, F. (2005). Raptor migration in East Bali, Indonesia: observations from a bottleneck watch site. Forktail 21, 93–98.
Germi,F and Waluyo, D. 2006. Additional information on the autum migration of raptors in east Bali, Indonesia. Forktail 22: 71-76
Harianto et al. 2009. Buku Informasi Burung Pemangsa [Raptor] di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Cianjur.
MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. LIPI/BirdLife-Indonesian Programme, Bogor: xviii + 505 hlmn
Nijman, V. 2004. Survey On Birds of Prey and Owl(Falconiformes and Strigiformes) On Bawean, Java Sea, With Recorders of Three Species New To The Island. The Raffles Bulletin of Zoology 2004 52(2): 647-651.
Nijman, V. (2001a). Autumn migration of raptors on Java, Indonesia: composition, direction and behaviour. Ibis 143, 99–106.
Nijman, V. (2001b). Spatial and temporal variation in migrant raptors on Java, Indonesia. Emu 101, 259–263. doi:10.1071/MU00022
Nijman, V. (2004a). Survey on the birds of prey and owls (Falconiformes and Strigiformes) on Bawean, Java Sea, with records of three species new to the island. Raffles Bulletin of Zoology 52, 647–651.
Nijman, V. (2004b). Timing and magnitude of migrant raptors in Central Java, Indonesia. Ardea 92, 161–168.
Nuraeni, S., and Suparman, U. (2000). Raptor migration at Puncak and Cibulao, West Java, Indonesia – October and November 1999. Asian Raptor Bulletin 1, 7–9.
Prawiradilaga, Dewi M. dkk. 2003. Panduan Survey Lapangan dan Pemantauan Burung Pemangsa. Biodiversity Conservation Project, JICA
Sukmantoro, W., Suparman, U. and Wen Sin, L. (2005) A study on migratory raptors in Sumatra, Kalimantan, Java, Bali and Nusa Tenggara, Indonesia: 2001–2004. Report presented at the Fourth Symposium on Asian Raptors. Taiping, Malaysia: ARRCN and Malaysian Nature Society.