Beluk Jampuk(Bubo sumatranus)
Burung hantu merupakan salah satu kelompok dari burung pemangsa “raptor” yang berburu mangsanya pada malam hari (nocturnal). Burung hantu memiliki ciri-ciri tubuh spesifik yang berbeda dengan jenis burung pemangsa lainnya, yaitu kepala besar dan bulat melebar, muka rata dan mata besar yang mengawasi kedepan, pada wajahnya tampak garis piringan wajah yang merupakan pembatas pada sekeliling mata. Hampir semua jenis burung hantu pola warna bulunya merupakan perpaduan antara warna abu-abu, cokelat, hitam dan putih. Perpaduan yang yang diperlukan dalam penyamaran saat berburu mangsa maupun menghindari musuh (Widodo. 2000).
Ada sekitar 134 jenis burung hantu tersebar merata diseluruh dunia, kecuali daerah Antartika dan pulau-pulau disekitarnya, terdiri atas dua suku, yaitu Serak (suku Tytonidae) dan suku Strigidae. Di Sunda besar (Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan) terdapat dua jenis dari suku Tytonidae yaitu Serak Jawa Tyto alba dan Serak Bukit Phodilus badius, sedangkan dari suku Stringidae ada dua puluh jenis, diantaranya Beluk Jampuk Bubo sumatranus. Beluk Ketupa Ketupa ketupu, Celepuk Reban Otus lempiji, Kukuk Seloputu Strix seloputo.
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Aves
Order: Strigiformes
Family: Strigidae
Genus: Bubo
Species: Bubo sumatranus
Sub species: B. s. sumatranus, B. s. strepitans, B. s. tenuifasciatus
Memiliki ukuran tubuh besar (45 cm) dengan garis-garis tebal. Bulu abu-abu tua dengan berkas telinga horizontal mencolok, tubuh bagian atas coklat kehitaman, bergaris kuning tua halus seluruhnya, alis putih. Bagian bawah tubuh abu-abu keputih-putihan bergaris hitam tebal. Saat terbang suara terdengar keras dalam “wuuh” atau “hua-wuh”, dan suara seperti tertawa “kakakaka”.
Tersebar mulai dari semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatera, Bangka, Jawa dan Bali. Hidup dihutan-hutan dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. Mangsa berupa mammalia kecil seperti tikus, ular, ikan-ikan kecil dan burung-burung kecil yang diperoleh dengan berburu menyambar dari tenggeran dan melompat-lompat dengan cekatan ditanah. Gemar mandi-mandi dikolam-kolam atau sungai dan mulai aktivitas keluar dari persembunyian pada saat senja hari.
Distribusi Beluk Jampuk Bubo sumatranus
Sumber:
- MacKinnon, J. K. Phillipps. B. van Balen; Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan; 1998; Puslitbang Biologi-LIPI.
- Widodo, S.B; Burung Hantu Pengendali Tikus Alami; 2000; Penerbit Kanisius Yogyakarta.
- http://www.owlpages.com/owl.php?genus=Bubo&species=sumatranus. Link
- http://animaldiversity.ummz.umich.edu/site/accounts/classification/Bubo-sumatranus.html- Link
Teks: Oni Purwoko Basuki, PPS Bali(burungkecilku.blogspot.com)
Photo: Oni/PPS Bali





