BAZA JERDON
BAZA JERDON Aviceda jerdoni Blyth, 1824
Deskripsi
Elang berukuran sedang dengan panjang tubuh 45 cm, berwarna coklat dengan jambul panjang yang sering terangkat naik. Bagian atas coklat, bagian bawah putih dengan setrip mesial hitam. Dada bercorak merah gelap, perut bergaris datar merah gelap. Untuk ras Kalimantan kepala dan sisi leher merah karat. Perbedaannya denan Elang Alap Jambul(Accipiter trivirgatus) jambul lebih panjang dan ujung sayap nyaris mencapai ujung ekor. Perbedaanya dengan Elang Gunung(Spizaetus alboniger) dan Elang Wallace’S(Spizaetus nanus) remaja ukuran lebih kecil, sayap relatif lebih panjang, tarsus tanpa bulu. Ciri-ciri jenis ini ketika terbang sayap terlihat lebar, sangat panjang, dan melebar di ujung, serta ekor terpotong lurus.
Iris merah kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu biru pucat, kaki dan tungkai kuning.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Class : Aves
Order : Falconiformes
Family : Accipitridae
Genus : Aviceda
Species : Aviceda jerdoni Blyth,1824
Suara
Seperti suara kucing mengeluh ” pii-wiioh”, nada kedua berangsur-angsur hilang, mirip suara Elang Ular Bido(Spilornis cheela).
Penyebaran
Di Dunia: Jenis ini tersebar luas di Asia. Jenis A.j. ceylonensis tersebar luas di Sri lanka, Himalaya, India, Cina Selatan, Asia Tenggara dan pengembara di Semenanjung Malaysia dengan bagian bawah terlihat terang. A.j. celebensis tersebar luas di Kepulauan Sulawesi dan Sula dengan kepala coklat karat gelap.
Indonesia: Tersebar luas di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kabaena, Banggai dan Kepulauan Sula.
Habitat
Menghuni seluruh kawasan hutan hujan mulai dari bagian bawah hingga mencapai ketinggian 1800 m dpl. Namun demikian, lebih banyak ditemukan mulai dari ketinggian 200-1800 m dpl. Selain hutan hujan, jenis ini juga ditemukan di kawasan hutan industri dengan tipe vegetasi hutan pinus.
Kebiasaan
Perilaku yang menarik untuk di amati adalah pada saat berburu. Perilaku berburu jenis ini lebih sering terlihat dari atas cabang pohon sambil mengamati gerakan mangsanya kemudian akan meluncur menangkap mangsa ketika mangsanya terlihat. Jenis ini juga menyukai daerah pinggir hutan dan hutan pantai yang terlihat terbang berputar-putar dengan suaranya yang berisik.
Status Perlindungan
Sama seperti jenis burung pemangsa lainya jenis ini di indonesia dilindungi. Jenis ini sudah dilindungi beberpa peraturan pemerintah dan undang-undang yang berlaku di indonesia. Dilindungi berdasarkan Surat Keputusan Nomor 421/Kpts./Um/8/81970 yang dikeluarkan pada tanggal 26 Agustus 1970. Kemudian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 dan 8.





