RAIN
RAIN

RAIN » Artikel » Alapalap Dahi Putih

   


Alapalap Dahi Putih

5.6.12Artikel | Cetak

Flcoking/ Berkelompom merupakan perilaku umum jenis ini. Foto @ Wong Tsu Shi

Nama Indonesia : Alapalap Dahi Putih

Nama Ilmiah : Microhierax latifrons Sharpe, 1879

English : White-fornted Falconet

Karakteristik

Berukuran kecil dengan panjang tubuh 15 cm. Berwarna hitam dan putih. Mirip Alapalap Capung (Microhierax fringillarius) tetapi mukanya jauh pebih putih dan warna putih pada dahi melebar ke belakang sampai mata. Bagian sayap dan ekor tidak terdapat bintik putih. Individu betina bagian dahi berwarna coklat buah berangan. Remaja bagian pipi dan mahkota merah kecoklatan.

Iris coklat dengan paruh agak keabu – abuan, kaki abu – abu.

Penyebaran

Di dunia hanya di temukan di kawasan Kalimantan karena jenis ini merupakan jenis endemik Borneo. Secara lokal di Indonesia hanya ditemukan di Kalimantan bagian utara, di sebelah selatan S. Lawas di barat dan teluk Darvel Timur. Akhir – akhir ini ditemukan juga di Nunukan.

Pasangan Dewasa, Jantan (Kiri), Betina (Kanan) Foto @ Wong Tsu Shi

Suara: Mirip dengan Alapalap Capung.

Berbiak

Sangat minim informasi mengenai perilaku berbiak jenis ini. Kemungkinan besar menggunakan bekas sarang jenis – jenis  Pelatuk dengan ketinggian 10 – 20 meter . Burung muda mulai terlihat pada bulan November dengan jumlah 2- 3 anakan. Kemungkinan besar bulan berbiaknya antara bulan Agustus – September.

Habitat

Biasanya menggunakan daerah hutan bukaan sampai ke perkampungan. Biasanya terlihat bertengger pada pohon yang mati 3 – 4 individu secara bersamaan.  Bisa di jumpai hingga ketinggian 1500m dpl.

Makanan

Makanan utamanya adalah jenis – jenis serangga seperti Capung, Belalang Sembah, Kupu – kupu.

© Michelle and Peter Wong at Danum Valley, Sabah

Kebiasaan dan Status Migrasi

Biasa bertengger pada cabang pohon mati yang tinggi dan mudah teramati. Melakukan perburuan serangga atau burung kecil. Terbang dengan kepakan sayap yang cepat. Bersarang dalam lubang pohon.

Statu Konservasi dan Perlindungan.

Mendekati Keterancaman (Near Threatened by IUCN 2011.2. Ver 3.1).

Dilindungi Undang – undang No. 5 Tahun 1990, Peraturan Pemerintah No. 7 & 8 Tahun 1999. Appendix II CITES.

Credit

IUCN 2011. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2011.2. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 05 June 2012.

 Photographs by: